<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempatbaju.com</title>
	<atom:link href="http://tempatbaju.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tempatbaju.com</link>
	<description>One Stop Fashion Store</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Dec 2011 08:25:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>My Sharing</title>
		<link>http://tempatbaju.com/blog/my-sharing/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/blog/my-sharing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 11:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline Memuaskan supplier Memuaskan konsumen dan pelanggan Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline</p>
<ol>
<li>Memuaskan supplier</li>
<li>Memuaskan konsumen dan pelanggan</li>
<li>Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita</li>
</ol>
<p>Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa dlam era digital posisi penjual dan pembeli bisa berganti/bertukar dalam waktu singkat bahkan satu jam. Misal saya beli baju ke Toko Online BCGm kemudian setelah saya pelajari ternyata di selah rumah saya juga menjua baju itu bahkan produsen dengan harga yang lebih murah, kemudian saya bisa ballik menawarkan ke  Toko BCG untuk menjadi supplier.</p>
<p>Dalam dunia onlilne copy paste ide mudah dilakukan, ketika zaman konvensional maka untuk membandingkan 50 toko busana muslim mungkin butuh waktu lama mengunjunginya, bisa berhari2, ternasuk membandingkan harga, namun di media online membandingkan 50 toko apalagi yang online bisa cukup beberapa jam, termasuk harga, stok, koleksi, dll</p>
<p>Dari dasar iitu untuk menjawan ibu Imawati,</p>
<p>Rekanan tetap 1 tahun : kemitraan</p>
<p>Toko onlilne Ibu langsung saja menjadi rekanan tetap, minimal 1 tahun, katakan ada kalimat 1 tahun, kenapa? Karena suppliernya adalah tetangga dekat, sehingga ada kemudahan dan kepastian volume produksi, jika perusahaan tetangga ini ada gejala mau bangjkrut pun kita sudah antisipasi, beda dengan supllier yang jauh dari pengamatan kita, bisa saja tau2 tidak produksi, padahal kita masih menawarkan di toko online kita.</p>
<p>Proses Pengajuan<br />
Hari Sabtu lalu saya dan istri juga Ibu saya menuju satu Pondok pesantren salaf yang santrri dan pengurusnya menghidupi dengan kerajinan2, kemudian ada kerjasama bahwa istri saya akan menjadi rekanan penjualan online, beberapa hal yang kami persiapkan :</p>
<ol>
<li>Kami menguji apakah produk yg aan kita ajak kerjasama adalah produk prospek, bisa memanfaatkan beberapa tool nya google untuk mengeeknya</li>
<li>Kami melakukan pengamatan kepada toko online yang sudah ada, baik service, harga, cara pengiriman, dan garansi</li>
<li>Jika nomor 1 dan 2 sudah kita kuasai maka barulah kita datangi produsen terebut, tetapi ketika kita datang tidak dalam keadaaan yang “nol” informasinya karena kita sudah mengantongi informasi pasar, dari langkah 1 dan 2</li>
<li>Kerjasama harga khusus, diskon, harga ambilan, sistem pembayaran dll sebaiknya di bahas secara lisan dahulu, baiknya kita menjadi pendengar yang baik dahulu, agar tau kira-kira peluang kerjasama nya terbuka atau masih ragu2, juga dari sana kita tahu apakah produsen ini sedang terkendala volume produksi atau tidak misal ada kalimat : “wah kami melayani ekport saja kewalahan ini, bahan baku tersendat” . Itu misal kalimat yang menandakan ada beberapa hal yang awalnya kita positif  akan suksesnya usaha, tetapi ada kendala dalam bahan baku ternyata.</li>
<li>Dalam kelanjutan diskusi dengan produsen di Ponpes salaf tersebut, kami bahasa banyak hal, semua masih lisan, tetepi kami saling mengisi. Saling mengisi ini karena kami sudah survey sebelumnya di online. Setelah ada lisan, maka kami tawarkan kerjasama, pada lain hari kami menyiakan surat pernyataan menjadi mitra, inti dari surat itu adalah kita tidak akan menyalahagunakan kepercayaan dalam kerjasama, dam kami berhak memposisikan sebagai  agen resmi/reseller produk2 tersebut di media online. Cukup surat nota kesepahaman ini saja, jika memang beberapa hal tidak perlu diatur secara rumit.</li>
<li>Menjalin kerjasama dengan produsen kerajinan, fashion dll beda kerjasama dengan agen utama sebuah produk elektronik, modem dll, karena biasanya produk elektronik supplynya lebih bisa ditebak, setidaknya stabilitas kiriman ada standarnya, karena antara produsen dan agen berusaha saling menghidupi, habis di toko satu bisa nyari di toko lain, beda dengan kerajinan, bahkan toko online istri saya pernah tiba2 produsen tersangkut masalah keluaga, langsung ngambeg tidak produksi lagi, yang artinya stabilitas supply beda dengan produk2 profesional di elektronik dll</li>
<li>Penguatan promosi online wajib dilakukan secara harian, saya mengatur bahwa utk Visimaster sendiri tidak melakukan penggunaan media, seperti FB, Twitter dll untuk mendukung penjualan dan menjaga pasar, kami hanya main safe+ minimalis, namun untuk usaha keluarga saya, semua kami lakukan, bahkan micro promotion ada SOPnya yang wajib dilakukan setiap pagi hari. Semua cara kami lakukan, bahkan SEO tingkat tinggi yang digunakan melebihi untuk Visimaster sendiri. Dan memang nama usaha jarang dipublish secara lokal, kami hanya terbuka dalam promosi untuk segmen yang kita tuju, untuk hemat waktu dan biaya promosi. Yah mungkin seperti kita rasakan dari produk lain yang segmented, misal kira jarang mendapakan promosi Mobil Mercedes Benz, tapi sering untuk movbil suzuki dll, kita jarang mendapatkan penawaran mobil truk dump, tetapi mungkin sering menerima brosur untuk mobil pickup. Artinya promosi maksimal tetapi segmen harus jelas, layaknya snipper sang penembak jitu, hemat peluru dan tenaga, tidak seperti Rambo yang buang2 peluru, biaya, waktu dan tenaga.</li>
</ol>
<p>Ini dulu dari saya, sekedar sharing, belajar bersama-sama.</p>
<p>*Ipan Pranashakti *</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/blog/my-sharing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sharing session</title>
		<link>http://tempatbaju.com/blog/sharing-session/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/blog/sharing-session/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 11:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline Memuaskan supplier Memuaskan konsumen dan pelanggan Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline</p>
<ol>
<li>Memuaskan supplier</li>
<li>Memuaskan konsumen dan pelanggan</li>
<li>Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita</li>
</ol>
<p>Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa dlam era digital posisi penjual dan pembeli bisa berganti/bertukar dalam waktu singkat bahkan satu jam. Misal saya beli baju ke Toko Online BCGm kemudian setelah saya pelajari ternyata di selah rumah saya juga menjua baju itu bahkan produsen dengan harga yang lebih murah, kemudian saya bisa ballik menawarkan ke  Toko BCG untuk menjadi supplier.</p>
<p>Dalam dunia onlilne copy paste ide mudah dilakukan, ketika zaman konvensional maka untuk membandingkan 50 toko busana muslim mungkin butuh waktu lama mengunjunginya, bisa berhari2, ternasuk membandingkan harga, namun di media online membandingkan 50 toko apalagi yang online bisa cukup beberapa jam, termasuk harga, stok, koleksi, dll</p>
<p>Dari dasar iitu untuk menjawan ibu Imawati,</p>
<p>Rekanan tetap 1 tahun : kemitraan</p>
<p>Toko onlilne Ibu langsung saja menjadi rekanan tetap, minimal 1 tahun, katakan ada kalimat 1 tahun, kenapa? Karena suppliernya adalah tetangga dekat, sehingga ada kemudahan dan kepastian volume produksi, jika perusahaan tetangga ini ada gejala mau bangjkrut pun kita sudah antisipasi, beda dengan supllier yang jauh dari pengamatan kita, bisa saja tau2 tidak produksi, padahal kita masih menawarkan di toko online kita.</p>
<p>Proses Pengajuan<br />
Hari Sabtu lalu saya dan istri juga Ibu saya menuju satu Pondok pesantren salaf yang santrri dan pengurusnya menghidupi dengan kerajinan2, kemudian ada kerjasama bahwa istri saya akan menjadi rekanan penjualan online, beberapa hal yang kami persiapkan :</p>
<ol>
<li>Kami menguji apakah produk yg aan kita ajak kerjasama adalah produk prospek, bisa memanfaatkan beberapa tool nya google untuk mengeeknya</li>
<li>Kami melakukan pengamatan kepada toko online yang sudah ada, baik service, harga, cara pengiriman, dan garansi</li>
<li>Jika nomor 1 dan 2 sudah kita kuasai maka barulah kita datangi produsen terebut, tetapi ketika kita datang tidak dalam keadaaan yang “nol” informasinya karena kita sudah mengantongi informasi pasar, dari langkah 1 dan 2</li>
<li>Kerjasama harga khusus, diskon, harga ambilan, sistem pembayaran dll sebaiknya di bahas secara lisan dahulu, baiknya kita menjadi pendengar yang baik dahulu, agar tau kira-kira peluang kerjasama nya terbuka atau masih ragu2, juga dari sana kita tahu apakah produsen ini sedang terkendala volume produksi atau tidak misal ada kalimat : “wah kami melayani ekport saja kewalahan ini, bahan baku tersendat” . Itu misal kalimat yang menandakan ada beberapa hal yang awalnya kita positif  akan suksesnya usaha, tetapi ada kendala dalam bahan baku ternyata.</li>
<li>Dalam kelanjutan diskusi dengan produsen di Ponpes salaf tersebut, kami bahasa banyak hal, semua masih lisan, tetepi kami saling mengisi. Saling mengisi ini karena kami sudah survey sebelumnya di online. Setelah ada lisan, maka kami tawarkan kerjasama, pada lain hari kami menyiakan surat pernyataan menjadi mitra, inti dari surat itu adalah kita tidak akan menyalahagunakan kepercayaan dalam kerjasama, dam kami berhak memposisikan sebagai  agen resmi/reseller produk2 tersebut di media online. Cukup surat nota kesepahaman ini saja, jika memang beberapa hal tidak perlu diatur secara rumit.</li>
<li>Menjalin kerjasama dengan produsen kerajinan, fashion dll beda kerjasama dengan agen utama sebuah produk elektronik, modem dll, karena biasanya produk elektronik supplynya lebih bisa ditebak, setidaknya stabilitas kiriman ada standarnya, karena antara produsen dan agen berusaha saling menghidupi, habis di toko satu bisa nyari di toko lain, beda dengan kerajinan, bahkan toko online istri saya pernah tiba2 produsen tersangkut masalah keluaga, langsung ngambeg tidak produksi lagi, yang artinya stabilitas supply beda dengan produk2 profesional di elektronik dll</li>
<li>Penguatan promosi online wajib dilakukan secara harian, saya mengatur bahwa utk Visimaster sendiri tidak melakukan penggunaan media, seperti FB, Twitter dll untuk mendukung penjualan dan menjaga pasar, kami hanya main safe+ minimalis, namun untuk usaha keluarga saya, semua kami lakukan, bahkan micro promotion ada SOPnya yang wajib dilakukan setiap pagi hari. Semua cara kami lakukan, bahkan SEO tingkat tinggi yang digunakan melebihi untuk Visimaster sendiri. Dan memang nama usaha jarang dipublish secara lokal, kami hanya terbuka dalam promosi untuk segmen yang kita tuju, untuk hemat waktu dan biaya promosi. Yah mungkin seperti kita rasakan dari produk lain yang segmented, misal kira jarang mendapakan promosi Mobil Mercedes Benz, tapi sering untuk movbil suzuki dll, kita jarang mendapatkan penawaran mobil truk dump, tetapi mungkin sering menerima brosur untuk mobil pickup. Artinya promosi maksimal tetapi segmen harus jelas, layaknya snipper sang penembak jitu, hemat peluru dan tenaga, tidak seperti Rambo yang buang2 peluru, biaya, waktu dan tenaga.</li>
</ol>
<p>Ini dulu dari saya, sekedar sharing, belajar bersama-sama.</p>
<p>*Ipan Pranashakti *</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/blog/sharing-session/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Myshop</title>
		<link>http://tempatbaju.com/blog/myshop/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/blog/myshop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 12:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline Memuaskan supplier Memuaskan konsumen dan pelanggan Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline</p>
<ol>
<li>Memuaskan supplier</li>
<li>Memuaskan konsumen dan pelanggan</li>
<li>Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita</li>
</ol>
<p>Jika   pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era   digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren,   bahwa dlam era digital posisi penjual dan pembeli bisa berganti/bertukar   dalam waktu singkat bahkan satu jam. Misal saya beli baju ke Toko   Online<span id="more-178"></span> BCGm kemudian setelah saya pelajari ternyata di selah rumah saya   juga menjua baju itu bahkan produsen dengan harga yang lebih murah,   kemudian saya bisa ballik menawarkan ke  Toko BCG untuk menjadi   supplier.</p>
<p>Dalam dunia onlilne copy paste ide mudah dilakukan,  ketika zaman  konvensional maka untuk membandingkan 50 toko busana  muslim mungkin  butuh waktu lama mengunjunginya, bisa berhari2, ternasuk  membandingkan  harga, namun di media online membandingkan 50 toko  apalagi yang online  bisa cukup beberapa jam, termasuk harga, stok,  koleksi, dll</p>
<p>Dari dasar iitu untuk menjawan ibu Imawati,</p>
<p>Rekanan tetap 1 tahun : kemitraan</p>
<p>Toko   onlilne Ibu langsung saja menjadi rekanan tetap, minimal 1 tahun,   katakan ada kalimat 1 tahun, kenapa? Karena suppliernya adalah tetangga   dekat, sehingga ada kemudahan dan kepastian volume produksi, jika   perusahaan tetangga ini ada gejala mau bangjkrut pun kita sudah   antisipasi, beda dengan supllier yang jauh dari pengamatan kita, bisa   saja tau2 tidak produksi, padahal kita masih menawarkan di toko online   kita.</p>
<p>Proses Pengajuan<br />
Hari Sabtu lalu saya dan istri juga  Ibu saya  menuju satu Pondok pesantren salaf yang santrri dan  pengurusnya  menghidupi dengan kerajinan2, kemudian ada kerjasama bahwa  istri saya  akan menjadi rekanan penjualan online, beberapa hal yang  kami persiapkan  :</p>
<ol>
<li>Kami   menguji apakah produk yg aan kita ajak kerjasama adalah produk  prospek,  bisa memanfaatkan beberapa tool nya google untuk mengeeknya</li>
<li>Kami melakukan pengamatan kepada toko online yang sudah ada, baik service, harga, cara pengiriman, dan garansi</li>
<li>Jika   nomor 1 dan 2 sudah kita kuasai maka barulah kita datangi produsen   terebut, tetapi ketika kita datang tidak dalam keadaaan yang &#8220;nol&#8221;   informasinya karena kita sudah mengantongi informasi pasar, dari langkah   1 dan 2</li>
<li>Kerjasama  harga khusus, diskon, harga ambilan, sistem  pembayaran dll  sebaiknya  di bahas secara lisan dahulu, baiknya kita menjadi pendengar  yang baik  dahulu, agar tau kira-kira peluang kerjasama nya terbuka atau  masih  ragu2, juga dari sana kita tahu apakah produsen ini sedang  terkendala  volume produksi atau tidak misal ada kalimat : &#8220;wah kami  melayani  ekport saja kewalahan ini, bahan baku tersendat&#8221; . Itu misal  kalimat  yang menandakan ada beberapa hal yang awalnya kita positif  akan   suksesnya usaha, tetapi ada kendala dalam bahan baku ternyata.</li>
<li>Dalam  kelanjutan diskusi dengan produsen  di Ponpes salaf tersebut, kami  bahasa banyak hal, semua masih lisan,  tetepi kami saling mengisi.  Saling mengisi ini karena kami sudah survey  sebelumnya di online.  Setelah ada lisan, maka kami tawarkan kerjasama,  pada lain hari kami  menyiakan surat pernyataan menjadi mitra, inti dari  surat itu adalah  kita tidak akan menyalahagunakan kepercayaan dalam  kerjasama, dam kami  berhak memposisikan sebagai  agen resmi/reseller  produk2 tersebut di  media online. Cukup surat nota kesepahaman ini saja,  jika memang  beberapa hal tidak perlu diatur secara rumit.</li>
<li>Menjalin  kerjasama dengan produsen  kerajinan, fashion dll beda kerjasama dengan  agen utama sebuah produk  elektronik, modem dll, karena biasanya produk  elektronik supplynya lebih  bisa ditebak, setidaknya stabilitas kiriman  ada standarnya, karena  antara produsen dan agen berusaha saling  menghidupi, habis di toko satu  bisa nyari di toko lain, beda dengan  kerajinan, bahkan toko online istri  saya pernah tiba2 produsen  tersangkut masalah keluaga, langsung ngambeg  tidak produksi lagi, yang  artinya stabilitas supply beda dengan produk2  profesional di elektronik  dll</li>
<li>Penguatan  promosi online wajib dilakukan secara  harian, saya mengatur bahwa utk  Visimaster sendiri tidak melakukan  penggunaan media, seperti FB,  Twitter dll untuk mendukung penjualan dan  menjaga pasar, kami hanya  main safe+ minimalis, namun untuk usaha  keluarga saya, semua kami  lakukan, bahkan micro promotion ada SOPnya  yang wajib dilakukan setiap  pagi hari. Semua cara kami lakukan, bahkan  SEO tingkat tinggi yang  digunakan melebihi untuk Visimaster sendiri. Dan  memang nama usaha  jarang dipublish secara lokal, kami hanya terbuka  dalam promosi untuk  segmen yang kita tuju, untuk hemat waktu dan biaya  promosi. Yah mungkin  seperti kita rasakan dari produk lain yang  segmented, misal kira  jarang mendapakan promosi Mobil Mercedes Benz,  tapi sering untuk movbil  suzuki dll, kita jarang mendapatkan penawaran  mobil truk dump, tetapi  mungkin sering menerima brosur untuk mobil  pickup. Artinya promosi  maksimal tetapi segmen harus jelas, layaknya  snipper sang penembak  jitu, hemat peluru dan tenaga, tidak seperti Rambo  yang buang2 peluru,  biaya, waktu dan tenaga.</li>
</ol>
<p>Ini dulu dari saya, sekedar sharing, belajar bersama-sama.</p>
<p>*Ipan Pranashakti *</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/blog/myshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>artikel</title>
		<link>http://tempatbaju.com/blog/artikel/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/blog/artikel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 12:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline Memuaskan supplier Memuaskan konsumen dan pelanggan Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline</p>
<ol>
<li>Memuaskan supplier</li>
<li>Memuaskan konsumen dan pelanggan</li>
<li>Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita</li>
</ol>
<p>Jika   pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era   digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren,   bahwa dlam era digital posisi penjual dan pembeli bisa berganti/bertukar   dalam waktu singkat bahkan satu jam. Misal saya beli baju ke Toko   Online BCGm kemudian setelah saya pelajari ternyata di selah rumah saya   juga menjua baju itu bahkan produsen dengan harga yang lebih murah,   kemudian saya bisa ballik menawarkan ke  Toko BCG untuk menjadi   supplier.</p>
<p>Dalam dunia onlilne copy paste ide mudah dilakukan,  ketika zaman  konvensional maka untuk membandingkan 50 toko busana  muslim mungkin  butuh waktu lama mengunjunginya, bisa berhari2, ternasuk  membandingkan  harga, namun di media online membandingkan 50 toko  apalagi yang online  bisa cukup beberapa jam, termasuk harga, stok,  koleksi, dll</p>
<p>Dari dasar iitu untuk menjawan ibu Imawati,</p>
<p>Rekanan tetap 1 tahun : kemitraan</p>
<p>Toko   onlilne Ibu langsung saja menjadi rekanan tetap, minimal 1 tahun,   katakan ada kalimat 1 tahun, kenapa? Karena suppliernya adalah tetangga   dekat, sehingga ada kemudahan dan kepastian volume produksi, jika   perusahaan tetangga ini ada gejala mau bangjkrut pun kita sudah   antisipasi, beda dengan supllier yang jauh dari pengamatan kita, bisa   saja tau2 tidak produksi, padahal kita masih menawarkan di toko online   kita.</p>
<p>Proses Pengajuan<br />
Hari Sabtu lalu saya dan istri juga  Ibu saya  menuju satu Pondok pesantren salaf yang santrri dan  pengurusnya  menghidupi dengan kerajinan2, kemudian ada kerjasama bahwa  istri saya  akan menjadi rekanan penjualan online, beberapa hal yang  kami persiapkan  :</p>
<ol>
<li>Kami   menguji apakah produk yg aan kita ajak kerjasama adalah produk  prospek,  bisa memanfaatkan beberapa tool nya google untuk mengeeknya</li>
<li>Kami melakukan pengamatan kepada toko online yang sudah ada, baik service, harga, cara pengiriman, dan garansi</li>
<li>Jika   nomor 1 dan 2 sudah kita kuasai maka barulah kita datangi produsen   terebut, tetapi ketika kita datang tidak dalam keadaaan yang &#8220;nol&#8221;   informasinya karena kita sudah mengantongi informasi pasar, dari langkah   1 dan 2</li>
<li>Kerjasama  harga khusus, diskon, harga ambilan, sistem  pembayaran dll  sebaiknya  di bahas secara lisan dahulu, baiknya kita menjadi pendengar  yang baik  dahulu, agar tau kira-kira peluang kerjasama nya terbuka atau  masih  ragu2, juga dari sana kita tahu apakah produsen ini sedang  terkendala  volume produksi atau tidak misal ada kalimat : &#8220;wah kami  melayani  ekport saja kewalahan ini, bahan baku tersendat&#8221; . Itu misal  kalimat  yang menandakan ada beberapa hal yang awalnya kita positif  akan   suksesnya usaha, tetapi ada kendala dalam bahan baku ternyata.</li>
<li>Dalam  kelanjutan diskusi dengan produsen  di Ponpes salaf tersebut, kami  bahasa banyak hal, semua masih lisan,  tetepi kami saling mengisi.  Saling mengisi ini karena kami sudah survey  sebelumnya di online.  Setelah ada lisan, maka kami tawarkan kerjasama,  pada lain hari kami  menyiakan surat pernyataan menjadi mitra, inti dari  surat itu adalah  kita tidak akan menyalahagunakan kepercayaan dalam  kerjasama, dam kami  berhak memposisikan sebagai  agen resmi/reseller  produk2 tersebut di  media online. Cukup surat nota kesepahaman ini saja,  jika memang  beberapa hal tidak perlu diatur secara rumit.</li>
<li>Menjalin  kerjasama dengan produsen  kerajinan, fashion dll beda kerjasama dengan  agen utama sebuah produk  elektronik, modem dll, karena biasanya produk  elektronik supplynya lebih  bisa ditebak, setidaknya stabilitas kiriman  ada standarnya, karena  antara produsen dan agen berusaha saling  menghidupi, habis di toko satu  bisa nyari di toko lain, beda dengan  kerajinan, bahkan toko online istri  saya pernah tiba2 produsen  tersangkut masalah keluaga, langsung ngambeg  tidak produksi lagi, yang  artinya stabilitas supply beda dengan produk2  profesional di elektronik  dll</li>
<li>Penguatan  promosi online wajib dilakukan secara  harian, saya mengatur bahwa utk  Visimaster sendiri tidak melakukan  penggunaan media, seperti FB,  Twitter dll untuk mendukung penjualan dan  menjaga pasar, kami hanya  main safe+ minimalis, namun untuk usaha  keluarga saya, semua kami  lakukan, bahkan micro promotion ada SOPnya  yang wajib dilakukan setiap  pagi hari. Semua cara kami lakukan, bahkan  SEO tingkat tinggi yang  digunakan melebihi untuk Visimaster sendiri. Dan  memang nama usaha  jarang dipublish secara lokal, kami hanya terbuka  dalam promosi untuk  segmen yang kita tuju, untuk hemat waktu dan biaya  promosi. Yah mungkin  seperti kita rasakan dari produk lain yang  segmented, misal kira  jarang mendapakan promosi Mobil Mercedes Benz,  tapi sering untuk movbil  suzuki dll, kita jarang mendapatkan penawaran  mobil truk dump, tetapi  mungkin sering menerima brosur untuk mobil  pickup. Artinya promosi  maksimal tetapi segmen harus jelas, layaknya  snipper sang penembak  jitu, hemat peluru dan tenaga, tidak seperti Rambo  yang buang2 peluru,  biaya, waktu dan tenaga.</li>
</ol>
<p>Ini dulu dari saya, sekedar sharing, belajar bersama-sama.</p>
<p>*Ipan Pranashakti *</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/blog/artikel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoku</title>
		<link>http://tempatbaju.com/blog/tokoku/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/blog/tokoku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 12:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline Memuaskan supplier Memuaskan konsumen dan pelanggan Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: x-small;">Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: x-small;">Memuaskan supplier</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Memuaskan konsumen dan pelanggan</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: x-small;">Jika  pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era  digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren,  bahwa dlam era digital posisi penjual dan pembeli bisa berganti/bertukar  dalam waktu singkat bahkan satu jam. Misal saya beli baju ke Toko  Online BCGm kemudian setelah saya pelajari ternyata di selah rumah saya  juga menjua baju itu bahkan produsen dengan harga yang lebih murah,  kemudian saya bisa ballik menawarkan ke  Toko BCG untuk menjadi  supplier.</p>
<p>Dalam dunia onlilne copy paste ide mudah dilakukan, ketika zaman  konvensional maka untuk membandingkan 50 toko busana muslim mungkin  butuh waktu lama mengunjunginya, bisa berhari2, ternasuk membandingkan  harga, namun di media online membandingkan 50 toko apalagi yang online  bisa cukup beberapa jam, termasuk harga, stok, koleksi, dll</p>
<p>Dari dasar iitu untuk menjawan ibu Imawati,</p>
<p>Rekanan tetap 1 tahun : kemitraan</p>
<p>Toko  onlilne Ibu langsung saja menjadi rekanan tetap, minimal 1 tahun,  katakan ada kalimat 1 tahun, kenapa? Karena suppliernya adalah tetangga  dekat, sehingga ada kemudahan dan kepastian volume produksi, jika  perusahaan tetangga ini ada gejala mau bangjkrut pun kita sudah  antisipasi, beda dengan supllier yang jauh dari pengamatan kita, bisa  saja tau2 tidak produksi, padahal kita masih menawarkan di toko online  kita.</p>
<p>Proses Pengajuan<br />
Hari Sabtu lalu saya dan istri juga Ibu saya  menuju satu Pondok pesantren salaf yang santrri dan pengurusnya  menghidupi dengan kerajinan2, kemudian ada kerjasama bahwa istri saya  akan menjadi rekanan penjualan online, beberapa hal yang kami persiapkan  :</p>
<p></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: x-small;">Kami  menguji apakah produk yg aan kita ajak kerjasama adalah produk prospek,  bisa memanfaatkan beberapa tool nya google untuk mengeeknya</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Kami melakukan pengamatan kepada toko online yang sudah ada, baik service, harga, cara pengiriman, dan garansi<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Jika  nomor 1 dan 2 sudah kita kuasai maka barulah kita datangi produsen  terebut, tetapi ketika kita datang tidak dalam keadaaan yang &#8220;nol&#8221;  informasinya karena kita sudah mengantongi informasi pasar, dari langkah  1 dan 2</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Kerjasama harga khusus, diskon, harga ambilan, sistem  pembayaran dll  sebaiknya di bahas secara lisan dahulu, baiknya kita menjadi pendengar  yang baik dahulu, agar tau kira-kira peluang kerjasama nya terbuka atau  masih ragu2, juga dari sana kita tahu apakah produsen ini sedang  terkendala volume produksi atau tidak misal ada kalimat : &#8220;wah kami  melayani ekport saja kewalahan ini, bahan baku tersendat&#8221; . Itu misal  kalimat yang menandakan ada beberapa hal yang awalnya kita positif  akan  suksesnya usaha, tetapi ada kendala dalam bahan baku ternyata.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Dalam kelanjutan diskusi dengan produsen  di Ponpes salaf tersebut, kami bahasa banyak hal, semua masih lisan,  tetepi kami saling mengisi. Saling mengisi ini karena kami sudah survey  sebelumnya di online. Setelah ada lisan, maka kami tawarkan kerjasama,  pada lain hari kami menyiakan surat pernyataan menjadi mitra, inti dari  surat itu adalah kita tidak akan menyalahagunakan kepercayaan dalam  kerjasama, dam kami berhak memposisikan sebagai  agen resmi/reseller  produk2 tersebut di media online. Cukup surat nota kesepahaman ini saja,  jika memang beberapa hal tidak perlu diatur secara rumit.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Menjalin kerjasama dengan produsen  kerajinan, fashion dll beda kerjasama dengan agen utama sebuah produk  elektronik, modem dll, karena biasanya produk elektronik supplynya lebih  bisa ditebak, setidaknya stabilitas kiriman ada standarnya, karena  antara produsen dan agen berusaha saling menghidupi, habis di toko satu  bisa nyari di toko lain, beda dengan kerajinan, bahkan toko online istri  saya pernah tiba2 produsen tersangkut masalah keluaga, langsung ngambeg  tidak produksi lagi, yang artinya stabilitas supply beda dengan produk2  profesional di elektronik dll</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Penguatan promosi online wajib dilakukan secara  harian, saya mengatur bahwa utk Visimaster sendiri tidak melakukan  penggunaan media, seperti FB, Twitter dll untuk mendukung penjualan dan  menjaga pasar, kami hanya main safe+ minimalis, namun untuk usaha  keluarga saya, semua kami lakukan, bahkan micro promotion ada SOPnya  yang wajib dilakukan setiap pagi hari. Semua cara kami lakukan, bahkan  SEO tingkat tinggi yang digunakan melebihi untuk Visimaster sendiri. Dan  memang nama usaha jarang dipublish secara lokal, kami hanya terbuka  dalam promosi untuk segmen yang kita tuju, untuk hemat waktu dan biaya  promosi. Yah mungkin seperti kita rasakan dari produk lain yang  segmented, misal kira jarang mendapakan promosi Mobil Mercedes Benz,  tapi sering untuk movbil suzuki dll, kita jarang mendapatkan penawaran  mobil truk dump, tetapi mungkin sering menerima brosur untuk mobil  pickup. Artinya promosi maksimal tetapi segmen harus jelas, layaknya  snipper sang penembak jitu, hemat peluru dan tenaga, tidak seperti Rambo  yang buang2 peluru, biaya, waktu dan tenaga.<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: x-small;">Ini dulu dari saya, sekedar sharing, belajar bersama-sama.</p>
<p>*Ipan Pranashakti *</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/blog/tokoku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepuasan Pelanggan</title>
		<link>http://tempatbaju.com/blog/kepuasan-pelanggan/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/blog/kepuasan-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 11:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline Memuaskan supplier Memuaskan konsumen dan pelanggan Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita Jika pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren, bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: x-small;">Toko Online saat ini harus mulai menyadari adanya kepuasang pelanggan yg lebih lebar daripada offline<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: x-small;">Memuaskan supplier</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Memuaskan konsumen dan pelanggan</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Memuaskan informasi unidentified, misal dari YM, BBM, Email, yg itu bisa saja pesaing kita</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: x-small;">Jika  pertumbuhan Toko Online adalah sesuai dengan filosofi bisnis era  digital, seperti dalam materi seminat marketing di jakarta kemaren,  bahwa dlam era digital posisi penjual dan pembeli bisa berganti/bertukar  dalam waktu singkat bahkan satu jam. Misal saya beli baju ke Toko  Online BCGm kemudian setelah saya pelajari ternyata di selah rumah saya  juga menjua baju itu bahkan produsen dengan harga yang lebih murah,  kemudian saya bisa ballik menawarkan ke  Toko BCG untuk menjadi  supplier.</p>
<p>Dalam dunia onlilne copy paste ide mudah dilakukan, ketika zaman  konvensional maka untuk membandingkan 50 toko busana muslim mungkin  butuh waktu lama mengunjunginya, bisa berhari2, ternasuk membandingkan  harga, namun di media online membandingkan 50 toko apalagi yang online  bisa cukup beberapa jam, termasuk harga, stok, koleksi, dll</p>
<p>Dari dasar iitu untuk menjawan ibu Imawati,</p>
<p>Rekanan tetap 1 tahun : kemitraan</p>
<p>Toko  onlilne Ibu langsung saja menjadi rekanan tetap, minimal 1 tahun,  katakan ada kalimat 1 tahun, kenapa? Karena suppliernya adalah tetangga  dekat, sehingga ada kemudahan dan kepastian volume produksi, jika  perusahaan tetangga ini ada gejala mau bangjkrut pun kita sudah  antisipasi, beda dengan supllier yang jauh dari pengamatan kita, bisa  saja tau2 tidak produksi, padahal kita masih menawarkan di toko online  kita.</p>
<p>Proses Pengajuan<br />
Hari Sabtu lalu saya dan istri juga Ibu saya  menuju satu Pondok pesantren salaf yang santrri dan pengurusnya  menghidupi dengan kerajinan2, kemudian ada kerjasama bahwa istri saya  akan menjadi rekanan penjualan online, beberapa hal yang kami persiapkan  :</p>
<p></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: x-small;">Kami  menguji apakah produk yg aan kita ajak kerjasama adalah produk prospek,  bisa memanfaatkan beberapa tool nya google untuk mengeeknya</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Kami melakukan pengamatan kepada toko online yang sudah ada, baik service, harga, cara pengiriman, dan garansi<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Jika  nomor 1 dan 2 sudah kita kuasai maka barulah kita datangi produsen  terebut, tetapi ketika kita datang tidak dalam keadaaan yang &#8220;nol&#8221;  informasinya karena kita sudah mengantongi informasi pasar, dari langkah  1 dan 2</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Kerjasama harga khusus, diskon, harga ambilan, sistem  pembayaran dll  sebaiknya di bahas secara lisan dahulu, baiknya kita menjadi pendengar  yang baik dahulu, agar tau kira-kira peluang kerjasama nya terbuka atau  masih ragu2, juga dari sana kita tahu apakah produsen ini sedang  terkendala volume produksi atau tidak misal ada kalimat : &#8220;wah kami  melayani ekport saja kewalahan ini, bahan baku tersendat&#8221; . Itu misal  kalimat yang menandakan ada beberapa hal yang awalnya kita positif  akan  suksesnya usaha, tetapi ada kendala dalam bahan baku ternyata.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Dalam kelanjutan diskusi dengan produsen  di Ponpes salaf tersebut, kami bahasa banyak hal, semua masih lisan,  tetepi kami saling mengisi. Saling mengisi ini karena kami sudah survey  sebelumnya di online. Setelah ada lisan, maka kami tawarkan kerjasama,  pada lain hari kami menyiakan surat pernyataan menjadi mitra, inti dari  surat itu adalah kita tidak akan menyalahagunakan kepercayaan dalam  kerjasama, dam kami berhak memposisikan sebagai  agen resmi/reseller  produk2 tersebut di media online. Cukup surat nota kesepahaman ini saja,  jika memang beberapa hal tidak perlu diatur secara rumit.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Menjalin kerjasama dengan produsen  kerajinan, fashion dll beda kerjasama dengan agen utama sebuah produk  elektronik, modem dll, karena biasanya produk elektronik supplynya lebih  bisa ditebak, setidaknya stabilitas kiriman ada standarnya, karena  antara produsen dan agen berusaha saling menghidupi, habis di toko satu  bisa nyari di toko lain, beda dengan kerajinan, bahkan toko online istri  saya pernah tiba2 produsen tersangkut masalah keluaga, langsung ngambeg  tidak produksi lagi, yang artinya stabilitas supply beda dengan produk2  profesional di elektronik dll</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;">Penguatan promosi online wajib dilakukan secara  harian, saya mengatur bahwa utk Visimaster sendiri tidak melakukan  penggunaan media, seperti FB, Twitter dll untuk mendukung penjualan dan  menjaga pasar, kami hanya main safe+ minimalis, namun untuk usaha  keluarga saya, semua kami lakukan, bahkan micro promotion ada SOPnya  yang wajib dilakukan setiap pagi hari. Semua cara kami lakukan, bahkan  SEO tingkat tinggi yang digunakan melebihi untuk Visimaster sendiri. Dan  memang nama usaha jarang dipublish secara lokal, kami hanya terbuka  dalam promosi untuk segmen yang kita tuju, untuk hemat waktu dan biaya  promosi. Yah mungkin seperti kita rasakan dari produk lain yang  segmented, misal kira jarang mendapakan promosi Mobil Mercedes Benz,  tapi sering untuk movbil suzuki dll, kita jarang mendapatkan penawaran  mobil truk dump, tetapi mungkin sering menerima brosur untuk mobil  pickup. Artinya promosi maksimal tetapi segmen harus jelas, layaknya  snipper sang penembak jitu, hemat peluru dan tenaga, tidak seperti Rambo  yang buang2 peluru, biaya, waktu dan tenaga.<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: x-small;">Ini dulu dari saya, sekedar sharing, belajar bersama-sama.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum warohmatullahi wabarokatuh</p>
<p>*Ipan Pranashakti *</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/blog/kepuasan-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aris, Jakarta</title>
		<link>http://tempatbaju.com/testimonials/aris-jakarta/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/testimonials/aris-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 14:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimonials]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Harganya murah dan kualitasnya bagus. Bgaimana caranya menjadi reseller?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harganya murah dan kualitasnya bagus. Bgaimana caranya menjadi reseller?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/testimonials/aris-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toko Online</title>
		<link>http://tempatbaju.com/blog/toko-online/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/blog/toko-online/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 07:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Kunci Sukses Membangun Toko Online 1. Membangun Tim Ingin seberapa besarkah toko online Anda, bangunlah tim yang sesuai. Jika bermodal kuat, rekrutlah orang-orang yang berkompeten. Jika sudah beristri, Anda bisa menjadikan istri sebagai tim Anda. Orang-orang dekat Anda (saudara) juga bisa menjadi tim Anda. Memberikan pekerjaan kepada orang dekat bisa menjadi kekuatan spiritual yang membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Kunci Sukses Membangun Toko Online</h2>
<p><strong> 1. Membangun Tim</strong></p>
<p>Ingin seberapa besarkah toko online Anda, bangunlah tim yang sesuai. Jika bermodal kuat, rekrutlah orang-orang yang berkompeten. Jika sudah beristri, Anda bisa menjadikan istri sebagai tim Anda. Orang-orang dekat Anda (saudara) juga bisa menjadi tim Anda. Memberikan pekerjaan kepada orang dekat bisa menjadi kekuatan spiritual yang membuat <img title="Man-on-Computer" src="http://www.peluangusahaonline.info/wp-content/uploads/2009/07/Man-on-Computer-150x150.jpg" alt="Man-on-Computer" width="150" height="150" />Anda sukses. Jika tidak memungkinkan membangun tim, mulailah seorang diri. Anda bisa merangkak dari bawah hingga Anda mampu dan siap merekrut tim yang tangguh.<br />
Tanpa tim, usaha kita tidak akan berkembang dan bertahan lama.</p>
<p><strong>2. Membuat Website yang Menjual</strong></p>
<p>Website adalah pilar utama promosi Toko Online. Anda harus punya website sendiri. Bukan web gratisan. Sebaiknya berakhiran .com atau .net, karena ini yang sudah populer di masyarakat. Toh, biaya tahunan domain hosting hanya Rp 200.000. Website Anda harus bisa ‘menjual’. Artinya website Anda tersebut harus bisa mewakili Anda untuk menjadi sales yang memikat bagi pembeli. Website Anda harus bisa meyakinkan pengunjung bahwa Anda layak diajak bertransaksi. Cantumkan alamat jelas dan no telp yang mudah dihubungi. Cantumkan foto-foto produk dan foto-foto lain yang membuat pengunjung semakin percaya dengan Anda.</p>
<p>Website Anda harus terindek di search engine, dan mudah ditemukan untuk keyword yang berhubungan dengan produk Anda. Gunakan script toko online yang search engine friendly. Tidak semua script toko online ramah dengan search engine. Karena itu, saya lebih suka menggunakan blog untuk jualan online daripada script yang tidak ramah dengan mesin pencari. Dan saya rasa blog cocok bagi pemula. Apalagi untuk produk-produk yang harganya mahal dan tidak bisa order online secara langsung. Bisa juga blog menjadi web pendukung bagi toko online Anda.</p>
<p><strong>3. Promosi Tepat</strong></p>
<p>Siapa calon konsumen Anda ? Dimanakah Anda akan menemukan mereka ? Cara cepat dan tepat menemukan konsumen adalah dari search engine (google, yahoo, dll). Disinilah pentingnya SEO (search engine optimization).</p>
<p>Promosi yang lain adalah di iklan baris, iklan di web yang banyak pengunjungnya, PPC ataupun komunitas online. Tentu saja harus kembali lagi “Siapa Calon Konsumen Anda”.</p>
<p><strong>4. Pelayanan</strong></p>
<p>Lakukan pelayanan yang baik. Kecepatan pelayanan salah satu kunci utama. Bermitralah dengan jasa pengiriman barang terpercaya. Garansi produk juga penting. Jika usaha Anda bertambah besar, bentuklah tim yang tangguh.</p>
<p><strong>5. Mental Wirausahawan Sukses<br />
</strong><br />
Usaha toko online adalah sama dengan usaha lainnya. Miliki mental wirausahaan yang sukses, antara lain :</p>
<ul>
<li> Pantang menyerah. Di bisnis apapun, kendala pasti ada.</li>
<li> Sabar. Produk Anda mungkin laku di hari pertama, mungkin juga di tahun pertama.</li>
<li> Berani menghadapi resiko. Resiko pasti ada. Tinggal bagaimana kita menghadapinya.</li>
<li> Selalu mencari peluang. Boleh jadi bisnis pertama Anda gagal. Tapi itu bukan akhir segalanya, kan?</li>
</ul>
<p>Peluang usaha toko online masih banyak. Silahkan cari peluang yang sesuai dengan Anda.</p>
<p><strong>6. Belajar Seperlunya</strong></p>
<p>Peran seperti apa yang Anda inginkan di toko online Anda? Itulah yang harus Anda pelajari. Anda tidak harus mempelajari semuanya.</p>
<p>Misalnya, Anda ingin memasarkan produk. Yang perlu Anda pelajari internet marketing dan dasar-dasar membuat web/blog (tidak harus ahli html). Bidang-bidang lain, bisa Anda serahkan ke tim Anda (produksi barang,pengiriman,promosi offline, dll).</p>
<p><strong>7. Berbuat Baik dan Beramal</strong></p>
<p>Perbuatan baik dan infaq-shodaqoh-zakat berbanding lurus dengan profit usaha Anda. Hal ini telah ditegaskan di Kitab Suci. Uang yang kita ‘keluarkan’ akan dibalas puluhan, bahkan ratusan kali lipat. Bisa hari itu juga, tahun depan atau minimal di akhirat. Saya sendiri sudah membuktikan hal ini. Dan ini berlaku untuk semua bisnis.<br />
Nah… Itulah tips dari saya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi lho.<br />
Lalu, sebenarnya berapa sih potensi penghasilan peluang usaha toko online ini? Wah, kalau yang ini tergantung produk, penjualan dan bagaimana Anda mengembangkan bisnis tersebut. Bagi Anda yang sudah berbisnis online, pasti sudah bisa memperkirakan. Bagi Anda yang belum bisnis online, percaya saja bahwa potensinya di luar perkiraan Anda saat ini (…ehm?)</p>
<p>Sumber : bisnis.pengusahaindonesia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/blog/toko-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>iklan2</title>
		<link>http://tempatbaju.com/iklan/iklan2/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/iklan/iklan2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 03:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tempatbaju.com/wp-content/uploads/2011/02/iklan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-111" title="iklan" src="http://tempatbaju.com/wp-content/uploads/2011/02/iklan.jpg" alt="" width="188" height="156" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/iklan/iklan2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>iklan1</title>
		<link>http://tempatbaju.com/iklan/iklan1/</link>
		<comments>http://tempatbaju.com/iklan/iklan1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 03:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tempatbaju.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tempatbaju.com/wp-content/uploads/2011/02/iklan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-111" title="iklan" src="http://tempatbaju.com/wp-content/uploads/2011/02/iklan.jpg" alt="" width="188" height="156" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tempatbaju.com/iklan/iklan1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

